Selasa, 03 Januari 2012

KONSEP DASAR IPS

Pengertian IPS
IPS adalah suatu kajian yang terpadu yang merupakan penyederhanaan, adaptasi, seleksi, dan modifikasi yang terorganisasikan dari konsep-konsep keterampilan-keterampilan sejarah, geografi, ekonomi, politi, sosiologi, antropologi, psikologi.
( Paskur. 2001)
Menurut pusat kurikulum : IPS merupakan suatu kajian yang terpadu pada penyederhanaan ilmu sosial.
Tujuan IPS
1)      Pengetahuan : membantu individu belajar lebih banyak tentang dirinya
2)     Keterampilan : individu dapat berfikir, akademik, meneliti dan bersosial
3)     Sikap : individu dapat bersikap dengan baik
4)     Berfikir : individu dapat mendefinisikan, mengeneralisasi, membandingkan dan melahirkan ide-ide baru
5)     Akademik     : kemampuan membaca, menginterpretasikan peta membuat catatan
6)     Penelitian : individu dapat merumuskan suatu masalah
7)     Sosial : individu mampu bekerja sama, diskusi kelompok
8)     Sikap : individu mampu mengembangkan dan menerima keyakinan- keyakinan inters pandangan-pandangan kecenderungan tertentu
9)     Nilai : individu mahir memegang sejumlah komitmen yang mendalam mendukung ketika sesuatu dianggap penting dengan tindakan yang tepat
Karakteristik Pembelajaran IPS
a.      Pendidikan kemanusiaan  : menanamkan nilai-nilai positif pada individu tentang jalur kehidupan.
b.     Pendidikan kewarganegaraan : mempersiapkan individu untuk berpartisipasi sacar efektif dalam dinamika kehidupan.
c.      Pendidikan intelektual : memberikan ide-ide pada individu untuk dapat memecahkan suatu masalah.
Kategori Bidang Studi IPS
a)    Sejarah
Kata sejarah berasal dari beberapa bahasa di antaranya bahasa Arab (syajarotun) yaitu pohon, keturunan, asal-usul atau silsilah. Dalam bahasa Inggris (history), bahasa Yunani (istoria), bahasa Jerman (geschicht).
Sejarah dalam bahasa Indonesia dapat berarti riwayat kejadian masa lampau yang benar-benar terjadi atau riwayat asal-usul keturunan (terutama untuk raja-raja yang memerintah).
Menurut Moh. Yamin
Sejarah adalah ilmu pengetahuan yang disusun atas hasil penyelidikan beberapa peristiwa yang dibuktikan dengan kenyataan.
Konsep Dasar Sejarah :

1.      Waktu
2.     Dokumen
3.     Alur peristiwa
4.     Kronologis
5.     Peta
6.     Tahap-tahap peradaban
7.     Ruang
8.     Evolusi
9.     Revolusi



b)    Geografi
Perkataan geografi berasal dari bahasa Yunani : ‘geo’ berarti bumi dan ‘grafhein’ berarti tulisan. Jadi secara harfiah, geografi berarti tulisan tentang bumi.
Menurut para pakar :
a)     Geografi adalah ilmu kausal yang mempelajari gejala-gejala di muka bumi beresta permasalahannya melalui pendekatan geografis (spatial approach), pendekatan ekologi (ecology approach), pendekatan terhadap manusia (human approach) untuk program pembangunan jangka panjang, proses pembangunan dan menunjang pembangunan. (Bintaro, 1981)
Konsep Dasar Geografi :
1.   Lokasi
Konsep lokasi ini terbagi dua yaitu lokasi absolute dan lokasi relatif. Lokasi absolute terkait dengan garis lintang dan garis bujur. Lokasi relatif yaitu lokasi yang dilihat dari wilayah lain.

2.   Jarak
Konsep ini mempunyai arti penting dalam kehidupan sosial, ekonomi, ataupun kepentingan pertahanan.
3.   Keterjangkauan
Keterjangkauan (accessibility) tidak selalu berkaitan dengan jarak, namun juga medan.
4.   Pola
Pola ini berkaitan dengan susunan, bentuk atau persebaran fenomena dalam ruang muka Bumi.
5.   Morfologi
Konsep ini terkait dengan pembentukan morfologi muka Bumi.
6.   Aglomerasi
Konsep aglomerasi menjelaskan mengapa suatu fenomena geografi cenderung mengelompok.
7.   Nilai kegunaan
Konsep ini berkaitan dengan nilai guna suatu wilayah. Tiap wilayah mempunyai potensi yang bisa dikembangkan sehingga nilai kegunaannya optimal.
8.   Interelasi/interpedensi
Interaksi merupakan hubungan timbale balik antar beberapa hal.
9.   Diferensiasi areal
Konsep ini mempertegas bahwa tempat yang satu dengan yang lainnya memiliki perbadaan.
10. Keterkaitan ruangan
Perbedaan potensi wilayah yang satu dengan yang lainnya akan mengakibatkan atau mendorong terjadinya interaksi berupa pertukaran barang, manusia ataupun budaya.

c)    Ekonomi
Istilah “ekonomi” sendiri berasal dari bahasa Yunani (oikos) yang berarti “keluarga, rumah tangga” dan (nomos) yang berarti “peraturan, aturan, hukum” maka secara garis besar diartika sebagai “aturan rumah tangga”.
Konsep Dasar Ekonomi :
1.      Keterbatasan sumber daya
2.     Kebutuhan yang tidak terbatas
3.     Keuntungan ekonomi
4.     Kekeluargaan
5.     Tenaga kerja
6.     Modal

d)    Sosiologi
Sosiologi adalah istilah yang berasal dari kata latin ‘socius’ yang artinya ‘teman’, dan ‘logos dari kata Yunani yang bertarti ‘cerita’, diungkapkan pertama kalinya dalam buku yang berjudul “Cours De Philosophie Positive” karangan August Comte (1798-1857).
b)     Menurut Pitirin Sorokin
Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan dan pengaruh timbale balik antara aneka macam gejala sosial (misalnya gelaja ekonomi, gejala keluarga, dan gejala moral), gejala non-sosial, serta ciri-ciri umum semua jenis gejala-gejala social lain.
Konsep Dasar Sosiologi :

1.      Interaksi sosial
2.     Sosialisasi
3.     Kelompok sosial
4.     Pelapisan sosial
5.     Proses sosial


e)    Antropologi
Antropologi berasal dari bhasa Yunani yaitu “anthropos” artinya ‘manusia’ atau ‘orang’ dan “logos” artinya ‘ilmu’. Antropologi mempelajari manusia sebagai mahluk biologis sekaligus sebagai mahluk sosial.
c)     Menurut William A. Havilan
Antropologi adalah studi tentang umat manusia dan berusaha menyusun generalisaso yang bermanfaat tentang manusia dan prilakunya serta memperoleh pengertian lengkap tentang keanekaragaman manusia.
Konsep Dasar Antopologi :
Dalam konteks ini antropolog tidak dapat didefinisikan sebagai individu yang telah belajar antropologi saja, melainkan lebih luas dan kompleks dengan artian bahwa antropolog adalah individu yang menjadikan antropologi sebagai pijakannya dalam berfikir dan bertindak sehingga dengan definisi ini setiap individu memiliki kemungkinan yang besar untuk menjadi seorang antropolog dengan pesyaratan mutlak mengetahui apa itu antropologi.

Landasan Pendidikan IPS

a)     Landasan Filosofis
Memberikan gagasan pemikiran mendasar yang digunakan untuk menentuakan apa aspek kajian atau dominan yang menjadi kajian pokok dan dimensi pengembangan PIPS sebagai pendidikan disiplin ilmu.
b)     Landasan Ideologis
Dimaksudkan sebagai suatu sistem gagasan mendasar untuk memberikan pertimbangan dan menjawab pertanyaan;
1). Bagaimana keterkaitan das sein PIPS sebagai pendidikan disiplin ilmu dan das sollen PIPS;
2). Bagaimana keterkaitan antar teori-teori pendidikan dengan hakikat dan praktis etika, moral, polotik dan norma-norma prilaku dalam membangun dan mengembangkan PIPS.
c)     Landasan Sosiologis
Memberikan sistem gagasan mendasar untuk menentukan cita-cita, kenutuhan, kepentingan, kekuatan, aspirasi serta pola kehiduoan masa depan melalui interaksi social yang akan membangun teori-teori atau prinsip-prinsip PIPS sebagai oendidikan disiplin ilmu

d)     Landasan Antropologis
Memberikan sistem gagasan mendasar dalam menentukan pola, system dan struktur pendidikan disiplin ilmu sehingga relevan dengan pola, sistem dan struktur kebudayaan bahkan prilaku manusia yang kompleks.

e)     Landasan Psikologis
Memberikan system gagasan mendasar untuk menentukan cara-cara PIPS membangun struktur tubuh  disiplin pengetahuannya, baik dalam tataran personal maupun komunal berdasarkan entitas psikologisnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar